Bangku di Bawah Pohon Tua
Kita pernah duduk tanpa rencana,
membicarakan hal-hal yang tidak penting,
lalu tertawa seolah dunia tidak memiliki masalah.
Bangku itu menjadi saksi sederhana.
Kini kesibukan membawa kita ke arah berbeda.
Namun setiap kali melewati pohon tua,
aku teringat bahwa persahabatan tidak selalu membutuhkan jarak yang dekat.
Kadang ia cukup dijaga oleh ketulusan.
Semoga ketika hidup terasa berat,
kita masih tahu ke mana harus pulang:
kepada percakapan yang tidak menghakimi
dan tawa yang pernah menyelamatkan hari.
- M R Yandra, Kota Solok