Kursi Kosong di Ruang Tamu
Satu kursi dibiarkan tanpa pemilik,
sejak langkahmu berhenti di ambang pintu.
Debu datang membawa musim,
tetapi ruang itu tetap mengenalmu.
Cangkir yang dahulu kau gunakan
masih tersimpan di rak paling bawah.
Benda kecil menjadi begitu keras bicara
ketika seseorang memilih diam selamanya.
Aku belajar menyalakan lampu sendiri,
mengunci pintu tanpa menunggu suara.
Kesedihan tidak pergi dalam sehari,
namun perlahan ia kehilangan kuasa.
- M R Yandra, Kota Solok