Pintu yang Kututup Perlahan
Aku tidak membanting pintu,
sebab pernah ada bahagia di baliknya.
Kulepaskan kenangan dengan sopan,
meski tangan sempat gemetar.
Tidak semua perpisahan membutuhkan musuh,
sebagian hanya membutuhkan penerimaan.
Kita pernah saling menguatkan,
lalu tiba pada halaman yang berbeda.
Kini kunci kusimpan sendiri.
Bukan untuk membenci,
melainkan agar hati memiliki kesempatan
menemukan ruang baru untuk bernapas.
- M R Yandra, Kota Solok