Stasiun Setelah Kepergian
Kereta telah lama meninggalkan peron,
namun bunyi rodanya masih tinggal
di kepala yang belum selesai menerima
bahwa perjalananmu benar-benar usai.
Bangku kosong menyimpan bayangan,
sebuah tiket menjadi benda paling sunyi.
Aku pulang membawa langkah berat
dan pertanyaan yang tak memiliki alamat.
Mungkin rindu memang demikian,
tidak selalu meminta pertemuan.
Kadang ia hanya duduk di dada,
menunggu waktu mengajarinya tenang.
- M R Yandra, Kota Solok