Puisi Rindu
Di depan terbentang dua jalan,keduanya tampak menjanjikan akhir.Satu membawa kenangan lama,satunya menawarkan permulaan asing.Aku menimbang suara hati,sementara pikiran terus mengajukan alasan.Semakin lama berdiri,semakin kabur…
Puisi Rindu
Nada terakhir jatuh ke lantai,meninggalkan sunyi yang panjang.Aku duduk di antara gema,menyusun serpihan malam seorang diri.Dulu lagu menjadi jembatan,kini setiap bait terasa seperti cermin.Ia…
Puisi Rindu
Satu kursi dibiarkan tanpa pemilik,sejak langkahmu berhenti di ambang pintu.Debu datang membawa musim,tetapi ruang itu tetap mengenalmu.Cangkir yang dahulu kau gunakanmasih tersimpan di rak…
Puisi Rindu
Namamu tak pernah kutorehkanpada sampul surat mana pun,sebab setiap jalan menuju kenangansudah hafal cara menemukanmu.Ketika hujan menyentuh kaca,aku teringat percakapan sederhana,tawa yang dahulu terasa…
Puisi Rindu
Kereta telah lama meninggalkan peron,namun bunyi rodanya masih tinggaldi kepala yang belum selesai menerimabahwa perjalananmu benar-benar usai.Bangku kosong menyimpan bayangan,sebuah tiket menjadi benda paling…
Puisi Rindu
Ada jarak di antara langkah,namun langit tetap menjadi saksibahwa dua hati dapat saling mendekatmeski tubuh belum tiba.Kusimpan senyummu di sudut ingatan,seperti cahaya kecil menjelang…
Puisi Rindu
Aku menemukan teduhbukan pada atap rumah,melainkan pada bahumuyang diam-diam menyediakan tenang.Tatapanmu seperti halaman pagi,membuka jendela yang lama tertutup,membiarkan hangat masuk perlahanke ruang hati yang…
Puisi Rindu
Kata Pengantar Puisi ini saya tulis di tengah keheningan malam Kota Solok yang dingin, ketika hujan rintik-rintik membasahi atap seng rumah dan angin yang…