Subuh yang Mengembalikan Arah
Langit masih berwarna kelabuketika panggilan Subuh menyentuh pendengaran.Aku bangkit dari lelah,membawa segala resah ke hadapan-Mu.Di atas sajadah sederhana,aku tidak membawa banyak bekal.Hanya hati yang…
Kumpulan puisi kehidupan tentang perjalanan, waktu, takdir, pengalaman, dan pelajaran yang kita temukan dalam hidup.
33 puisi
Langit masih berwarna kelabuketika panggilan Subuh menyentuh pendengaran.Aku bangkit dari lelah,membawa segala resah ke hadapan-Mu.Di atas sajadah sederhana,aku tidak membawa banyak bekal.Hanya hati yang…
Satu gambar berhenti di halaman terakhir,menampilkan dua senyum yang belum mengenal akhir.Waktu mengubah banyak hal,namun kertas tetap menyimpan wajah kita.Aku menatapnya tanpa marah,seperti melihat…
Peluit terdengar dari kejauhan,menandai akhir sebuah kebersamaan.Koper telah ditutup,cerita kita belum sepenuhnya selesai.Kau berdiri di balik jendela,aku mengangkat tangan tanpa banyak kata.Ada perpisahan yang…
Aku tidak membanting pintu,sebab pernah ada bahagia di baliknya.Kulepaskan kenangan dengan sopan,meski tangan sempat gemetar.Tidak semua perpisahan membutuhkan musuh,sebagian hanya membutuhkan penerimaan.Kita pernah saling…
Tak ada luka pada kulit,namun ada ruang dalam diriyang runtuh setiap kali nama itumelewati ingatan.Aku tersenyum di hadapan banyak orang,menjawab bahwa semuanya baik-baik saja.Padahal…
Jam dinding berjalan tanpa peduli,sementara pikiranku berpindah dari satu kemungkinan ke lainnya.Ada kalimat yang ingin kukirim,ada pula keberanian yang menahannya.Apakah diam berarti selesai?Apakah jarak…
Di depan terbentang dua jalan,keduanya tampak menjanjikan akhir.Satu membawa kenangan lama,satunya menawarkan permulaan asing.Aku menimbang suara hati,sementara pikiran terus mengajukan alasan.Semakin lama berdiri,semakin kabur…
Nada terakhir jatuh ke lantai,meninggalkan sunyi yang panjang.Aku duduk di antara gema,menyusun serpihan malam seorang diri.Dulu lagu menjadi jembatan,kini setiap bait terasa seperti cermin.Ia…
Satu kursi dibiarkan tanpa pemilik,sejak langkahmu berhenti di ambang pintu.Debu datang membawa musim,tetapi ruang itu tetap mengenalmu.Cangkir yang dahulu kau gunakanmasih tersimpan di rak…
Namamu tak pernah kutorehkanpada sampul surat mana pun,sebab setiap jalan menuju kenangansudah hafal cara menemukanmu.Ketika hujan menyentuh kaca,aku teringat percakapan sederhana,tawa yang dahulu terasa…